Assalamu'alikum Wr.Wb
Hai... semua..
Kali ini saya akan membahas tentang beli sepeda atau rakitan dan memilih Sepeda Full Suspension(Fullsus) atau Hard Trail...
Kalian semua pasti bingung kan mau milih beli langsung atau rakitan.. dan penasaran pastinya... haha
langsung deh ya.. cekidot...
Beli jadi atau rakitan ? Jangan anggap enteng masalah
ini. Memilih sepeda, khususnya mountain bike bukan hal sepele. Begitu
memasuki toko sepeda ada beragam pilihan yang membingungkan. Tanpa
pengetahuan memadai tentang sepeda bisa-bisa kita membeli sepeda yang
tidak sesuai dengan fungsinya. Bagi yang berkantong tebal salah membeli
sepeda tentu bukan problem serius. Tapi bagi mereka yang harus menabung
sedikit demi sedikit untuk membeli sepeda, salah memilih adalah perkara
besar.
Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada
bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan kita.
Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting.
Misalnya, ingin bike to work dengan jarak rumah ke kantor 40 km tapi
yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike.
Lebih sempit lagi, dalam dunia MTB misalnya, sepeda cross country
dipakai untuk downhill, atau sepeda downhill dipakai dirtjump.Mountain
Bike dapat dibeli dalam bentuk sepeda jadi (full-bike) maupun rakitan
yang komponennya kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang harus
dipilih?
Pilihan pertama, membeli full-bike, berarti tinggal
datang ke toko, pilih, bayar dan langsung pakai. Mudah sekali. Jika Anda
tak mau repot, atau bersepeda bagi anda sekadar untuk berolah-raga dan
sarana transportasi alternatif, maka membeli sepeda full-bike sangat
cocok. Namun membeli full-bike juga membuat sepeda kita kurang memiliki
nilai personal, karena pasti tidak sedikit orang lain yang memiliki
sepeda sama dengan kita.
Pilihan kedua, sepeda
rakitan, berarti kita memilih komponen dan membangun sepeda sendiri.
Memang lebih merepotkan. Tapi kelebihannya, sepeda rakitan memiliki
nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena sesuai dengan keinginan
dan gaya pribadi. Faktor yang harus diperhatikan dalam merakit adalah
kita harus paham kecocokan dari masing-masing komponen. Membeli sepeda
secara rakitan karenanya kurang disarankan bagi pemula. Para pemula yang
ingin merakit sepeda sendiri sangat disarankan mengajak pesepeda yang
lebih senior. Proses perakitannya juga sebaiknya diserahkan kepada
tokonya, kita hanya sekadar memilih komponennya saja.
Untuk
masalah kualitas, sebetulnya sama saja antara beli jadi dengan rakitan.
Tetapi untuk masalah harga, dengan tingkat komponen setara, biasanya
sepeda full-bike lebih murah. Kenapa? Karena sepeda full-bike diproduksi
secara masal, sehingga bisa menekan biaya produksi. Kecuali bila kita
merakit sepeda dengan memakai frame bajakan (generik), maka harga sepeda
rakitan jelas lebih murah. Frame bajakan adalah frame sepeda gunung
dengan merk terkenal (misalnya Specialized, Schwinn, Kona, dll.) tapi
sebenarnya bukan buatan pabrik tersebut. Harga frame bajakan bisa 1/10
frame aslinya.
Hardtail atau Full-Suspension ? Lalu bagaimana memilih
MTB yang baik dan mampu mengatasi medan berat? Menurut para pakar,
sebaiknya belilah sesuai kebutuhan dan keperluan. Jika cuma untuk
dipakai dalam jarak pendek, tentu tak perlu yang mahal. Namun jika suatu
hari kita punya minat untuk membeli yang ternama, pastikan belilah yang
top branded. Sebab, lazimnya produk ternama memberi jaminan kualitas
yang pasti.
Ketika menanyakan hal ini biasanya para pemula akan
disarankan memulai dengan hardtail. Alasannya antara lain agar para
pemula terlebih dulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan,
efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian dan sederhana dalam
perawatan. Baru setelah jam terbangnya dengan hardtail cukup banyak
dapat beralih ke fulsus.
Saran ini sekarang mungkin sudah kurang relevan lagi, meskipun juga
tidak salah. Mengapa? Karena, saat ini telah banyak sepeda fulsus yang
memiliki performa dan efisiensi mendekati hardtail. Terutama pada sepeda
'kelas atas'. Jadi, bila bujetnya memang sudah tersedia, tidak ada
salahnya langsung mencoba fulsus. Begitu pula bagi orang-orang yang baru
memulai bersepeda di usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat
bersepeda menjadi lebih nyaman. Tentunya, yang dipilih bukan fulsus
'asal jadi' dengan efek bobbing besar (biasanya produk Cina), karena
justru akan menyengsarakan dan jangan-jangan malah akan membuat kapok
bersepeda. Efek bobbing adalah rantai mengendor dan mengencang akibat
gerakan suspensi belakang, membuat kayuhan menjadi berat dan energi kita
terbuang percuma.Tetapi satu hal yang pasti, untuk pemula yang baru
pertama kali membeli MTB, belilah sepeda cross country terlebih dahulu.
Baik hardtail maupun fulsus. Jangan membeli sepeda freeride, apalagi
downhill.
Yang jadi masalah sekarang adalah harganya. Untuk bisa
serius dan fokus di olahraga ini, punya sepeda yang baik dan bagus wajib
hukumnya. Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya tentukan
dulu berapa bujet, baru kemudian cari sepeda yang sesuai dengan
anggaran kita itu. Jika bujetnya cuma 800 ribu rupiah, carilah sepeda
seharga itu. Jangan mudah tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas
bujet yang disiapkan.
-Harga
Memang, semakin mahal harga sebuah sepeda
semakin baik pula kualitasnya. Pepatah 'harga tidak akan menipu' dan
'ada harga ada rupa' berlaku dalam membeli sepeda. Lantas apakah
kegiatan ini hanya ditujukan bagi mereka yang berkantong tebal? "Tidak
juga. Banyak dari mereka yang berasal dan kalangan bawah yang suka
olahraga ini. Mahal itu relatif dan tidak bisa diukur. Banyak sepeda
yang harganya murah. Tapi memang standarnya sepeda yang untuk bertanding
sekitar Rp 5 juta. Sedangkan untuk championship itu sekitar Rp 20
juta-an. Sekarang tinggal kita yang memilih sendiri. Apakah sepeda itu
untuk bertanding demi negara, atau hanya untuk having fun saja.
Daripada mempersoalkan gengsi, lebih penting untuk membuktikan bahwa
meski dengan sepeda murah tapi lebih jago di tanjakan, lebih piawai di
medan offroad, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil, tentu saja,
sisihkan sebagian penghasilan anda agar ke depannya dapat mengupgrade
sepeda anda atau membeli sepeda yang lebih sesuai dengan keinginan.
Bahkan, beberapa merek sepeda gunung harganya bisa melangit hingga di
atas Rp 50 juta. Biasanya, kerangka sepeda itu terbuat dari karbon
fiber. Beratnya pun begitu ringan dan bisa diangkat dengan satu tangan.
Desainnya pun semakin berkembang mengikuti kebutuhan si pengguna. Kini,
banyak sepeda yang menggunakan rem cakram. Ini merupakan adaptasi
teknologi kendaraan bermotor. Artinya, tingkat keamanan pun semakin
tinggi pula. Guna meredakan kejutan atau goncangan, umumnya sepeda
gunung dilengkapi dengan shockbreaker, entah di depan, tengah, atau
bagian belakang, dilengkapi dengan sensor komputer yang akan mengatur
kerja shockbreaker. Jadi begitu dijalanin dan merasakan kontur jalan,
sepeda akan mengatur seberapa banyak getaran yang akan diserap.
Sepeda gunung bisa dibeli mulai dari harga 700 ribu hingga puluhan juta
rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan. Sepeda
gunung seharga 700 ribu framenya masih terbuat dari besi, sedangkan yang
puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat
terbang. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah
mencukupi. Tetapi sekadar saran, jika bujet Anda mencukupi, jangan
membeli sepeda gunung dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Untuk pemula
yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda berharga 1,5 - 3 juta
rupiah sudah sangat mumpuni. Kecuali jika Anda sudah mulai serius
menekuni hobi ini dan menjadi kecanduan berat, sepeda seharga 10 juta
rupiah pun masih dirasa kurang.
Richard Cunningham yang mendesain
sepeda gunung dengan merek Nishiki dan Mantis menyarankan pada mereka
yang serius tapi punya dana pas-pasan, agar membeli frame (terbaik)
lebih dulu ketimbang membeli sepeda komplit yang mahal sekali. Bagian
atau komponen lain bisa dibeli satu per satu yang sesuai dengan komponen
sehingga tak perlu berkali-kali melakukan perbaikan. Yang juga tak
kalah penting adalah di saat kita berhadapan dengan pedagang sepeda.
Pertama kali mintalah brosur (katalog) yang berisi spesifikasi.
Sesuaikan geometri sepeda yang akan dibeli dengan geometri sepeda yang
harganya lebih tinggi. Kalau kita menemukan kesamaan geometri dengan
sepeda yang akan kita pilih, antara lain head angle (sudut kepala
stang), seat angle (sudut pipa sadel dengan pipa atas), top tube length
(panjang pipa atas) dan chainstay length (panjang pipa kedudukan rantai)
maka sepeda Anda sudah mirip sepeda yang harganya lebih mahal.
-Merek ?
Sepeda seperti halnya mobil atau motor.Industri
sepeda juga mengeluarkan model-model baru dengan sentuhan
inovasi-inovasi terkini sehingga nyaman dikendarai. Bahan kerangkanya
tidak hanya terbuat dari besi atau campuran baja seperti zaman dulu.
Sekarang kerangka sepeda berasal dari bahan-bahan yang eksotis, seperti
titanium, aluminium, dan serat karbon. Beratnya lebih ringan, tetapi
lebih kuat dibandingkan dengan sepeda-sepeda dulu.
Yang jadi pertanyaan bagaimana mengetahui sepeda itu mereknya ternama,
sementara kita sama sekali belum tahu apa-apa tentang sepeda? Ini
gampang, tanyakan pada dealer atau toko sepeda tentang spesifikasi
sepeda yang bakal dibeli. Merek sepeda yang beken biasanya spesifikasi
dan ukurannya jelas dan tak berubah-ubah. Atau lihat majalah sepeda
untuk mengetahui lebih jauh tentang itu.
Sekarang ini ada sepeda
yang harganya mencapai Rp 60 juta. Sepeda mahal itu menggunakan kerangka
terbuat dari karbon fiber. Beratnya pasti ringan, sekitar 10 kg. Bisa
ditenteng dengan satu tangan. Sepeda gunung berkelas ini antara lain
bermerek Canondale buatan Cannondale Bicycle Corp. Terakhir, perusahaan
pembuat mobil Audi juga memproduksi sepeda yang diberi nama Audi
Bicycle, Mountain Bike Cross Pro. Audi mematok harga sepeda per unit Rp
33 juta.
Frame sepeda gunung yang ditawarkan Audi terbuat dari aluminium dengan
desain khusus untuk cross country yang full suspensi. Remnya menggunakan
rem cakram, disk brake Magura Marta yang kuat mencengkeram. Cocok untuk
digunakan dalam kota yang banyak sepeda motor dan mobil yang
kadang-kadang berhenti mendadak.
Dan jangan lupa cek pipa kerangka sepeda (frame tubes). Material
kerangka MTB terbuat dari macam-macam bahan. Ada yang dari besi sehingga
kuat dan keras, namun akhirnya sepeda jadi berat. Juga ada bahan yang
terbuat dari besi campuran yang disebut High Tension atau sering
disingkat Hi-Ten yang lebih ringan dari besi. Kemudian lahir penemuan
baru lagi yakni Chromoly. Tujuannya sama agar sepeda menjadi lebih
ringan dari sebelumnya. Tapi belum lama Chromoly hadir, lahir konsep
tubing baru yang disebut Tange. Yang disusul lagi oleh Alumunium,
Carbon, dan Titanium. Sepeda pun menjadi semakin ringan namun tetap
kuat.
Sepeda gunung umumnya menggunakan shokbreker, baik di bagian depan,
tengah, maupun belakang. Sepeda buatan Audi juga demikian. Namun, Audi
membuatnya sangat terbatas, hanya 200 unit. Perusahaan otomotif ini
tampaknya tahu bahwa konsumen sepeda yang dibuatnya hanya untuk kalangan
tertentu, yaitu kalangan menengah ke atas, orang yang tidak sayang
membeli sebuah sepeda dengan harga puluhan juta rupiah.
Jadi,intinya adalah Kita membeli sepeda atau apapun harus tau tujuan nya untuk apa dan harus mengenali terlebih dahulu barang yang akan anda beli..
Sekian,Assalamu'alaikum Wr.Wb
Queen Casino - Play Slots and Win Real Money Online
BalasHapusQueen Casino is a free online casino. Enjoy our exciting games dafabet and a wide variety of casino games. At Queen Casino, play 온카지노 for real クイーンカジノ money